Jumat, 28 September 2012

Mengapa Yahudi Menguasai Dunia?

Mengapa Yahudi Menguasai Dunia? Inilah Jawabannya!!



FAKTA DAN ANGKA:
Populasi Yahudi di dunia ada 14 juta orang.
Distribusi:
7 juta di Amerika
5 juta di Asia
2 juta di Eropa
100 ribu di Afrika.
Populasi Muslim: 1,5 miliar dari penduduk dunia.
Distribusi:
6 juta di Amerika.
1 miliar di Asia dan Timur Tengah.
44 juta di Eropa.
400 juta di Afrika.
Kelima dunia adalah Muslim.
Setiap 1 orang Yahudi, ada 107 Muslim di dunia.
Namun, 14 juta orang Yahudi lebih kuat daripada 1,4 Miliar Muslim.
Mengapa?
Kita lanjutkan fakta-fakta dan statistik di atas.
Lihatlah dalam sejarah modern:
Albert Einstein: Yahudi.
Sigmund Freud: Yahudi.
Karl Marx: seorang Yahudi.
Paul Samuelson: Yahudi.
Milton Freedman: Yahudi.
Inovasi Medis yang Paling Penting:
Penemu medis injeksi, Benjamin Rubin: Yahudi.
Penemu vaksin polio, Jonas Salk: Yahudi.
Penemu obat kanker darah (leukemia), Gertrude Ilion: seorang Yahudi.
Penemu pengobatan hepatitis C,  Barukh Bloomberg: Yahudi.
Penemu obat sifilis, Paul Ehrlich: Yahudi.
Penelitian pengembangan sistem kekebalan tubuh, Eli Machenkov: Yahudi.
Penelitian Endokrinologi yang paling penting, Andrew Schally: Yahudi.
Penelitian Cognitive Therapy yang paling penting Aaron Beck : Yahudi.
Penemu Pil Gregory Pecos: Yahudi.
Studi pengobatan kanker yang paling penting, Stanley Cohen, seorang Yahudi.
Penemu dialisis dan peneliti paling penting dalam organ buatan, Willem Kulovkim: Yahudi.
Penemuan yang Mengubah Dunia:
Pusat pengembangan prosesor , Stanley Mysore: Yahudi.
Penemu reaktor nuklir, Selandia Liu: Yahudi.
Penemu serat optik, Peter Schultz: Yahudi.
Penemu lampu lalu lintas, Charles Adler: Yahudi.
Penemu stainless steel, Pino Ringkas: Yahudi.
Penemu film audio, Isador Casey: Yahudi.
Penemu mikrofon, Jeramavun Emile Berliner: Yahudi.
Penemu Perekam Video, Charles Ginsburg : Yahudi.
Pembuat Nama dan Merek:
Polo – Ralph Lauren: seorang Yahudi.
Jeans Levi – Strauss Levi: Yahudi.
Starbucks – Howard Schultz adalah Yahudi.
Google – Sergey Brin: Yahudi.
Dell – Michael Dell adalah Yahudi.
Oracle – Larry Ellison: seorang Yahudi.
DKNY-Donna Karan: Yahudi.
Baskin dan Robbins – Irv Robbins: Yahudi.
Dunkin Donuts – William Rosenberg: Yahudi.
Politisi dan Pengambil Keputusan:
Sekretaris Negara Amerika Serikat, Henry Kissinger: Yahudi.
Presiden Yale University Richard Levin: Yahudi.
Kepala Federal Reserve AS, Alan Greenspan : Yahudi.
U. S. State Secretary, Madeleine Albright : Yahudi.
Politisi AS, Joseph Lieberman : Yahudi.
Sekretaris Negara AS, Casper Enbed : Yahudi.
Menteri Luar Negeri Uni Soviet, Maxim Litvinov : Yahudi.
Perdana Menteri Selandia Baru, John Key: Yahudi.
Perdana Menteri Singapura, David Marshall : Yahudi.
Gubernur Australia, Ishak Isaac : Yahudi.
Perdana Menteri Inggris, Benjamin Disraeli : Yahudi.
Perdana Menteri Rusia, Yevegni Primakov : Yahudi.
Politisi Amerika, Barry Goldwater : Yahudi.
Presiden Portugal, Jorge Sampaio : seorang Yahudi.
Wakil Perdana Menteri Kanada, Herb Jerry : Yahudi.
Perdana Menteri Perancis, Pierre Mendes : Yahudi.
Menteri Negara Inggris, Michael Howard : Yahudi.
Konsultan Austria, Bruno Kryska : Yahudi.
Menteri Keuangan, Robert Rubin : seorang Yahudi.
Tuan spekulasi dan ekonomi, George Soros : Yahudi.
Media Berpengaruh :
CNN – Wolf Blitzer: Yahudi.
ABC News – Barbara Walters: Yahudi.
The Washington Post – Eugene Meyer: Yahudi.
Majalah Time – Henry Grunwald: Yahudi.
The Washington Post – Katherine Graham Yahudi.
New York Times – Joseph Elevid: Yahudi.
New York Times – Max Frankel: Yahudi.
Ini baru sebagiannya.
Fakta Lain:
Dalam 105 tahun terakhir, Yahudi memenangkan 14 dari 180 Nobel.
Pada periode yang sama, 1,5 Miliar Muslim hanya memenangkan tiga hadiah Nobel.
1 hadiah Nobel adalah untuk 77. 778 orang Yahudi.
Bagi Muslim, 1 hadiah Nobel untuk 500 juta orang.
Apakah ini sebuah kebetulan bahwa ilmu pengetahuan milik mereka? Atau penipuan? Atau konspirasi? Mengapa prestasi itu tidak dicapai oleh umat Muslim meskipun mereka sangat banyak dalam jumlah?
Fakta-fakta lain Anda mungkin menemukan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini:
· Umat Islam sedunia hanya memiliki 500 universitas (terkenal/besar).
· Di Amerika Serikat ada 5.758 Universitas!
· India 8.407 Universitas!
· Tidak ada universitas Islam dari  500 universitas terbaik di dunia.
• Ada 6 universitas Israel dari 500 universitas terbaik di dunia.
· Proporsi pembelajaran di negara-negara Kristen 90%.
· Proporsi pembelajaran di dunia Muslim 40%.
· Tingkat pendidikan 100% ada di 15 negara Kristen.
• Di negara-negara Muslim tidak ada yang tingkat melek hurufnya hingga 100%.
Persentase penyelesaian sekolah dasar di negara-negara Kristen 98%.
Persentase penyelesaian sekolah dasar di negara-negara Muslim 50%.
Persentase memasuki universitas di negara-negara Kristen 40% .
Persentase memasuki universitas di negara-negara Muslim 2%.
• Hanya ada 230 sarjana Muslim dari setiap juta orang Islam.
• Ada 5.000 sarjana dari setiap juta orang Amerika.
· Dari setiap 1 juta masyarakat Amerika, ada 1000 orang teknisi.
· Di negara-negara Muslim hanya memiliki 50 per 1 juta orang.
· Negara-negara Islam mengeluarkan dana 0,2% dari total pendapatan nasional untuk penelitian dan pengembangan.
· Negara-negara Kristen mengeluarkan 5% dari total pendapatan nasional untuk penelitian dan pengembangan.
· Tingkat distribusi surat kabar harian di Pakistan adalah 23 surat kabar per 1000 penduduk.
· Tingkat distribusi surat kabar harian di Singapura adalah 460 surat kabar per 1000 penduduk.
· Di Inggris, distribusi buku, 2.000 per satu juta orang.
· Di Mesir 17 buku per satu juta orang.
· Alat-alat teknologi canggih (High-tech) 0,9% dari ekspor Pakistan, 0,2% dari ekspor Kerajaan Arab Saudi dan 0,3% dari ekspor Kuwait, Aljazair dan Maroko.
· Peralatan berteknologi tinggi, 68% dari ekspor Singapura.

Muslihat Kartu Kredit yang MENJERUMUSKAN !!

Hati-hati dengan Muslihat Kartu Kredit yang MENJERUMUSKAN !!

a
Cuma mau share pengetahuan saya dalam menelusuri sistem perhitungan kartu kredit (Credit Card) yang salah kaprah, dan sepertinya juga kurang diperjelaskan oleh pihak marketing perbankan pengelola kartu kredit terhadap calon/ nasabahnya. Sehingga kita sering kebingungan atas dasar perhitungan2 tagihan kita. Moga2 informasi ini dapat membantu.
Adapun ini berdasarkan penjelasan dari Customer Service dari beberapa kartu kredit yang saya pakai dimana ada yg dikeluarkan oleh Bank Lokal dan ada yang dikeluarkan oleh Bank Internasional. Adapun ini hanya sekedar masukan, dan supaya info ini tidak bias, sampai saat ini saya Alhamdulillah tidak mempunyai masalah tagihan kartu kredit.
Marketing kartu kredit biasanya hanya memberitahukan kita sebatas:
1. Tagihan tidak akan berbunga apabila kita bayar penuh sebelum jatuh tempo tagihan.
2. Bunga hanya akan dikenakan apabila ada sisa tagihan yang belum terbayarkan dan dihitung berdasarkan sisa tagihan x rasio harian bunga per bulan sampai dengan tanggal cetak bulan berjalan dan sampai dengan pelunasan dari sisa tagihan tersebut.
Jadi pengertian saya sebelumnya, kalau kita bayar lunas total tagihan sebelum jatuh tempo, maka tidak akan ada beban bunga apapun dan apabila kita bayar sebagian, maka beban bunga hanya diperhitngkan berdasarkan sisa tagihan x total rasio bunga harian sejak tanggal jatuh tempo tagihan sampai dengan tanggal cetak tagihan baru atau pelunasan.
Ilustrasi 1 (JELAS): Sebelum 15 hari sebelum tgl cetak tagihan pertama ada pembelanjaan sebesar Rp10jt. Bila saya lunasi Rp.10jt sebelum jatuh tempo tagihan, maka tidak akan ada beban bunga dan tidak akan ada tagihan di bulan berikutnya (dgn asumsi tidak ada pembelanjaan lainnya di bulan berjalan).
Ilustrasi 2 (SALAH KAPRAH): Berdasarkan pemakaian diatas, kalau saya bayar Rp.9.5jt sebelum jatuh tempo tagihan pertama, maka tagihan bulan berikutnya adalah :
sisa tagihan Rp500rb + total rasio bunga harian (3.6%/30 hari = 0.12% x jumlah hari tertunggak sejak jatuh tempo tagihan x Rp.500rb sisa tagihan) dari tanggal jatuh tempo tagihan sebelumnya sampai tanggal cetak tagihan baru atau
= Rp500rb x 0.12% x 15 hari
= Rp500rb + Rp9rb = Rp509rb (diluar materai dan biaya pembayaran tagihan lama).
TERNYATA SALAH BESAR.
“Ilustrasi 1″ pasti bener lah, tapi “ilustrasi 2″ ternyata salah besar. dimana kesalahan nya adalah:
1. Apabila ada sisa tagihan yang belum dibayarkan, maka bunga rasio bunga harian dihitung sejak TANGGAL suatu TRANSAKSI, dan bukan sejak tanggal jatuh tempo tagihan.
2. Basis pokok perhitungan bunga bukan berdasarkan sisa tagihan, melainkan besarnya total suatu transaksi yg belum lunas.
Ilustrasi 3 (Inilah yang BENAR): Berdasarkan pemakaian diatas (Rp10jt), kalau saya bayar Rp.9.5jt sebelum jatuh tempo tagihan pertama, maka tagihan bulan berikutnya adalah sisa tagihan Rp500rb + total rasio bunga harian SEJAK TRANSAKSI (3.6%/30 hari = 0.12% x jumlah hari tertunggak SEJAK TRANSAKSI x Rp.10jt BUKAN Rp500rb sisa tagihan) SEJAK TANGGAL SUATU TRANSAKSI sebelumnya sampai tanggal cetak tagihan baru atau kira2
= Rp10JT x 0.12% x 30 hari
= Rp500rb + Rp360rb = Rp860rb (diluar materai dan biaya pembayaran tagihan lama).
Ternyata jauh dari asumsi saya sebelumnya bukan!!!. Saya penasaran akan hal ini karena mempertanyakan koq kenapa bunga bisa 70% dari sisa tagihan saya, sedangkan sisa tagihan saya hanya beberapa ratus ribu. Katanya bunga Kartu Kredit 3.6%/ bulan koq di tagihan keluarnya bisa lebih dari 70%/bulan sisa hutang??.
Jadi ternyata percuma berusaha bayar maximal kalau tidak dipastikan menutupi penuh TRANSAKSI BESAR, karena ujung2nya bunga tetap dikenakan penuh walau sebagian besar sudah dibayarkan.
Mungkin masih banyak nasabah kartu kredit kita yang tidak mengetahui hal ini dan kebingungan soal perhitungan2 bunga kartu kreditnya apalagi kalau banyak transaksinya. Ada baiknya bila informasi ini dapat disebar luaskan kepada teman dan kerabat agar lebih waspada.

Senang Bicara Istilah Asing: Kelainan Jiwa!

Senang Bicara Istilah Asing: Kelainan Jiwa!

a
Senang menggunakan istilah -istilah asing sudah menjamur dimana-mana, mulai dari Presiden sebagai kepala negara hingga anak-anak gaul dan artis-selebiritis. Tentu maksudnya agar terdengar keren dan modern. Secara psikologis, ternyata sebaliknya, justru itu adalah sejenis kelainan mental atau penyakit jiwa!! Secara mental adalah sikap rendah diri dan kekaburan identitas, secara linguistik adalah bentuk kekacauan berbahasa, secara kejiwaan itu adalah penyakit. Jadi, tidak sedikitpun menunjukkan modernitas dan kemajuan, malah sejenenis kelainan yang perlu disembuhkan!! Tulisan Reza Sukma Nugraha di bawah ini mengulas kelainan tersebut. Selamat menyimak dan menjauhkan diri dari gejala-gejala kampungan!
___________________
“Gak tau deh, innocent banget tuh orang. Kenal juga nggak, sok-sok say hai segala…” kata seorang berpenampilan ala mahasiswi dalam bus Trans Metro Bandung. “Ya udah, kalau ngenganggu, di-remove aja,” kata temannya menimpali.
Percakapan sehari-hari seperti itu mungkin sudah biasa. Pakai istilah asing dalam komunikasi sehari-hari juga sudah jadi tren yang jarang dipermasalahkan. Tak sedikit orang bicara dengan mencampuradukkan Bahasa Indonesia dan bahasa asing yang dirasa lebih populer. Namun, tak banyak yang tahu bahwa kecenderungan seperti itu merupakan sebuah kelainan bernama xenoglosofilia. Nah loh!
Xenoglosofilia merupakan suatu kelainan psikolinguistik dengan ciri-ciri apabila orang lebih senang menggunakan istilah asing secara tidak wajar. Yang dimaksud tidak wajar yaitu apabila orang Indonesia yang bahasa sehari-harinya adalah bahasa daerah dan Bahasa Indonesia senang menggunakan bahasa asing dalam komunikasi yang memang tidak menuntut untuk berbicara bahasa asing.
Banyak motivasi dan alasan orang cenderung menggunakan istilah asing tersebut. Biar terkesan lebih berkelas tinggi, lebih keren, gaul, percaya diri, dan lain sebagainya. Gejala xenoglosofilia timbul apabila penutur yang menggunakan istilah asing, namun sebenarnya istilah tersebut sudah ada padanannya dalam Bahasa Indonesia. Apalagi istilah asing tersebut digunakan tidak dalam rangka memperjelas komunikasi, namun sebaliknya.
Ironisnya, gejala ketakwajaran berbahasa ini kian hari semakin dikampanyekan oleh media, pejabat, figur publik, khususnya kaum selebritis. Dalam suatu acara gosip, seorang artis seksi yang dikabarkan akan segera menikah dengan santai menjawab, “Ya, doakan saja. Planning untuk itu memang ada. Kita sudah prepare semuanya., ”
Di Jakarta, istilah asing dikampanyekan dengan adanya bus way dan halte transit yang disebut Sky Walk Paid Area (SWPA). Di DPR, calon Kapolri dan Panglima TNI harus menjalani fit and proper test sebelum dipilih. Selain itu, salah satu televisi swasta senantiasa menyajikan breaking news setiap jamnya dan dialog hangat di Todays Dialogue. Bahkan di Bandung, sebuah halte yang dibuat promosi sebuah produk air mineral diberi nama Bus Service.
Belum lagi kemajuan teknologi ternyata ikut berperan membuat masyarakat gemar berbahasa asing yang sebetulnya masih ada padanannya dalam Bahasa Indonesia. Ingin kenalan, tinggal add saja akun situs jejaring sosialnya. Lagu-lagu dengan mudah dapat di-download. Punya video, foto, atau tulisan dengan cepat dapat di-upload.
Padahal, alangkah tidak sulit membiasakan diri “akrab” dengan bahasa sendiri, misalnya menambah teman di akun jejaring sosial, mengunduh lagu favorit, hingga mengunggah video sendiri. Bahkan, banyak istilah lainnya yang nampak kurang berdaya saing dengan istilah asing yang harus mulai dikampanyekan. Seperti daring (dalam jaringan) untuk online, luring (luar jaringan) untuk offline, dan tetikus untuk mouse.
Selain itu, banyak istilah yang tak disadari terlupakan akibat saking terbiasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti miss-called untuk panggilan tertunda, sms alias short message service untuk pesan pendek, charge untuk mengisi (batere telepon genggam), dan lain sebagainya.

Bukti Ilmiah tentang Hari Kebangkitan

Bukti Ilmiah Kebenaran Hari Kebangkitan …!! Subhanallaah ….

Rahasia kebenaran Al-Qur’an terungkap lagi, ditemukan dan terus ditemukan! Hari kebangkitan, dimana umat manusia akan dihidupkan oleh Allah setelah hari kiamat, oleh umat dulu jaman nabi-nabi tidak dipercayai karena tidak masuk akal mereka. Bagaimana orang mati yang tulang-belulangnya sudah hancur bisa hidup lagi? Kita pun selama ini hanya iman saja atas kekuasaan Allah dan keterangan ayat Qur’an yang dijamin kebenarannya. Kini, terungkap sudah, ilmu bisa menjelaskannya. Rahasianya ada pada tulang ekor manusia!! Subhanallah …!!
___________________

“Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk” (QS. Yasin : 78-79).
Adalah Han Spemann, ilmuwan Jerman yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Darinyalah makhluk hidup bermula. Dalam penelitiannya, ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata, lalu mengimplantasikan ke dalam embrio-embrio lain. Hasilnya, tulang ekor ini tumbuh sebagai janin kedua di dalam janin tuan rumah. Untuk itulah Han menyebutnya dengan “The Primary Organizer” atau pengorganisir pertama.
Pada penelitian lain, Han mencoba menghancurkan tulang ekor tersebut. Ia menumbuknya dan merebusnya dengan suhu panas yang tinggi dan dalam waktu yang sangat lama. Setelah menjadi serpihan halus, ia mencoba mengimplantasikan tulang itu pada janin lain yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body (organ tamu). Meskipun telah ditumbuk dan dipanaskan sedemikian rupa, tulang ini tetap hidup alias tidak ‘hancur’.
“Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (Adz-Dzariyaat :20-21)[]

Jangan Mau damai Kalo diTilang..!!

Jangan Mau Damai di Tempat TILANG !

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi.
Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.
Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK ?
Sopir (S) : Baik Pak.
P : Mas tau kesalahannya apa ?
S : Gak Pak.
P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yang memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang, lalu menulis dengan sigap.
S : Pak jangan ditilang deh. Wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana. Kalo ada pasti saya pasang.
P : Sudah saya tilang saja. Kamu tau gak banyak mobil curian sekarang ? (dengan nada keras !!)
S : (Dengan nada keras juga) Kok gitu ! Taksi saya kan ada STNKnya Pak. Ini kan bukan mobil curian !
P : Kamu itu kalo dibilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas). Kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH).
S : Maaf, Pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya. Saya mau yang warna BIRU aja.
P : Hey ! (dengan nada tinggi), kamu tahu gak sudah 10 hari ini form biru itu gak berlaku !
S : Sejak kapan Pak form BIRU surat tilang gak berlaku ?
P : Ini kan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU. Dulu kamu bisa minta form BIRU, tapi sekarang ini kamu gak bisa. Kalo kamu gak mau, ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
S : Baik Pak, kita ke komandan Bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)
Dalam hati saya, berani betul sopir taksi ini.
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas ?
S : Siapa yang melawan ? Saya kan cuman minta form BIRU. Bapak kan yang gak mau ngasih
P : Kamu jangan macam-macam yah. Saya bisa kenakan pasal melawan petugas !
S : Saya gak melawan ? Kenapa Bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja Pak, saya foto bapak aja deh. Kan bapak yang bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)
Wah … wah …. hebat betul nih sopir ! Berani, cerdas dan trendy. Terbukti dia mengeluarkan HPnya yang ada kamera.
P : Hey ! Kamu bukan wartawan kan ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu).
Kemudian si sopir taksi itu pun mengejar polisi itu dan sudah siap melepaskan shoot pertama (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi).
P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas seperti itu.
S : Si Bapak itu yang bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yang menilangnya) .
Lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi. Ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yang menghalau tadi menghampiri si sopir taksi.
P 2 : Mas, mana surat tilang yang merahnya? (sambil meminta)
S : Gak sama saya Pak. Masih sama temen Bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)
P : Sini, tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)
Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600,- sambil berkata : Nih kamu bayar sekarang ke BRI ! Lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini. Saya tunggu.
S : (Yes !!) OK Pak ! Gitu dong, kalo gini dari tadi kan enak.
Kemudian si sopir taksi segera menjalankan kembali taksinya sambil berkata pada saya, : Pak, maaf kita ke ATM sebentar ya . Mau transfer uang tilang. Saya berkata : “Ya, silakan.”
Sopir taksi itupun langsung ke ATM sambil berkata, “Hatiku senang banget Pak, walaupun ditilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu. Untung saya paham macam-macam surat tilang.
Tambahnya, : “Pak kalo ditilang kita berhak minta form biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang. Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI! Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum.
Dari obrolan dengan sopir taksi tsb dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut :
SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Itu pun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai nilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat. Disini pun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.


SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah no. rek Bank BUMN).

Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk ditukar dengan SIM/STNK kita di Kapolsek terdekat di mana kita ditilang. You know what ? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50 ribu ! Dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA. Dan satu lagi yang paling penting, pastikan setiap meminta slip biru NOMINAL yang tercantum di slip harusnya menuju ke nomer rekening atas nama Kejaksaan Negeri. Untuk Denda Tilang bisa dilihat di DENDA TILANG.

Hal-hal Yang Sudah Hilang Dlam Islam

Hal-hal yang Sudah Hilang dalam Kehidupan Umat Islam


Bila direnungkan, zaman sekarang ini banyak yang hilang dari kehidupan umat Islam. Umat Islam seperti digambarkan Al-Qur’an sebagai “khaira ummah” yaitu sebaik-baiknya umat yang memerintahkan kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, sudah banyak tidak terbukti, jauh panggang dari api. Banyak yg sudah hilang dalam tubuh umat Islam, mereka kehilangan pegangan dalam banyak hal. Agama lebih banyak sebagai ilmu bukan sebagai nasehat dan perenungan. Nilai-nilai kehidupan banyak yang sudah terbalik. Akhirat jarang diperbincangakn dan diperhatikan, tapi urusan dunia dikejar habis-habisan. Kenikmatan fisik, tubuh dan materi dipuja-puja, dijadikan kebutuhan pertama dan utama. Di bawah ini adalah lima hal yang sudah hilang dari umat Islam sehingga mereka kehilangan ruh agamanya yang justru seharusnya didapatkan dari keberagamaanya.
————————
1. Keteladanan
Dalam kehidupan umat Islam sekarang, adalah kenyataan bahwa keteladanan telah “hilang” dan sulit ditemukan. Keteladanan Nabi saat ini hanya di mulut, hanya bahan ceramah dan khutbah. Akhlak yang agung, pribadi yang mulia dan keteladanan yang indah sulit ditemukan dari para pemimpin bahkan termasuk para ulamanya. Mereka sudah dikotori oleh penyakit hubbud dunya (cinta dunia). Pemimpin sudah mengabaikan agamanya sebagai pedoman dalam memutuskan persoalan, para ulama bermain politik sehingga banyak dari mereka lebih membela kepentingan kelompok dan organisasinya daripada kepentingan umat. Umat sering kebingungan harus lari kemana, menghampiri siapa, mencontoh siapa ketika mereka dilanda krisis dan masalah yang berat, kehilangan kepercayaan kepada pemimpin ketika mereka resah dan frustasi oleh kondisi sosial politik dan ekonomi. Pemimpin tidak tegas dan melindungi yang salah, yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan, yang penting disepelekan dan yang sepele dibesar-besarkan. Keadilan, keamanan, ketenangan dan kenyamanan hidup sudah susah ditemukan. Orang berlomba-lomba untuk saling menyelematkan dirinya masing-masing, saling sikut, saling terjang, saling serempet, saling tuduh, saling injak dan saling tidak peduli dengan yang lain. Krisis keteladanan sudah melanda umat dari level paling bawah sampai level paling atas sehingga umat Islam dilanda kebingungan, kehilangan pegangan. Inilah salah satu ciri umat Islam sekarang.

2. Pegangan
Yang hilang kedua dari kehidupan umat Islam sekarang adalah pegangan. Umat Islam percaya kepada Allah SWT, mengaku beragama Islam, memiliki Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, memiliki Nabi Muhammad SAW dan para ulama sebagai pemimpin umat, tapi mereka seperti kehilangan pegangan. Dalam prakteknya, kepada Allah SWT lebih banyak hanya sebagai pengakuan di mulut, kemusliman hanya sebagai identitas diri, meyakini Nabi Muhammad SAW hanya kata-kata, memiliki Al-Qur’an hanya formalitas dan kebanggaan semata, sementara akhlak dan perilaku jauh dari tuntunan agama. Makanya, begitu dilanda masalah dan persoalan, cobaan, ujian dan bencana, mereka kehilangan pegangan, bingung, panik dan kelimpungan. Seolah tidak tahu harus berbuat apa. Lupa pada agama, lupa bahwa kita mempunyai Allah yang maha melindungi. Lupa bagaimana menurut agama bila ditimpa masalah dan cobaan. Agama hilang saat dilanda masalah. Yang ada adalah kesal, marah, menggurutu, mengamuk dan seterusnya. Atau, sedih, pilu, kehilangan harapan karena sudah tidak ada pegangan.

3. Perbincangan
Yang juga sudah hilang dari kehidupan umat Islam saat ini adalah perbincangan. Maksudnya perbincangan ilmu yang bermanfaat, perbincangan yang mengingatkan kepada Allah SWT, tentang agama sebagai nasehat bukan hanya sebagai ilmu. Perbincangan yang menambah keimanan dan meningkatkan kesadaran. Perbincangan yang saling menegur kesalahan dan saling mendukung dalam kebenaran. Perbincangan seperti ini, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, adalah ciri orang yang beriman. Hidup manusia dalam keadaan merugi “kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan saling menasehati agar mentaati kebenaran dan menjalani kesabaran.” (Al-Qur’an, Ashar: 3) Perbincangan seperti ini sangat jarang sekali ditemukan dalam obrolan di kantor, di tempat kerja, di kantin, di keluarga, dalam pergaulan dengan teman, di partai politik, di organisasi dan sebagainya. Yang dibicarakan dimana-mana pasti soal pekerjaan, jabatan, uang, hobi atau kesukaan, rumah, kendaraan, perempuan dan apa saja yang sifat material, duniawi. Amat jarang terdengar perbincangan yang meningkatkan kesadaran agama, bagaimana meningkatkan kualitas persahabatan, apalagi perbincangan tentang persiapan menghadapi kematian dan akhirat yang pasti datang kepada semua orang. Perbincangan tentang ini semua, umumnya dirasakan tidak menarik dan tidak perlu. Ada sebagian orang ngobrol soal kematian tapi tidak dengan penghayatan bahkan sambil tertawa-tawa. Ketika ada yang tidak suka, biasanya ada ungkapan: “Mati itu tidak perlu diobrolkan. Nanti juga datang dengan sendirinya. Toh, semua orang pasti akan mati.” Begitulah umumnya kita. Padahal, perbincangan tentang hal-hal di atas justru itulah yang bermanfaat karena ada kaitannya dengan peningkatan kesadaran diri.

4. Perseteruan
Yang sudah hilang keempat dalam kehidupan umat Islam adalah perseteruan. Maksudnya disini adalah persaingan fastabiqul khirâts yaitu perlombaan dalam kebaikan, akhlak, prestasi dan kemuliaan. Persaingan yang terasa lebih hidup dan lebih menonjol di kalangan umat Islam sekarang umumnya adalah persaingan antar kelompok, antar golongan, antar organisasi, antar madzhab atau faham, persaingan dalam kekuasaan politik, kedudukan dan jabatan. Persaingan dalam kerakusan, menumpuk kekayaan dan persaingan dalam mengejar kepuasan hidup di dunia. Itu-itu saja. Banyak sekali persaingan di kalangan umat yang justru bukan yang dianjurkan oleh agama, bukan persaingan menuju keridhaan Allah SWT. Kebanyakan persaingan adalah urusan dunia seperti jabatan, kedudukan, kekuasaan politik, materi, harta dan sebagainya yang jelas-jelas akan ditinggalkan oleh manusia. Tapi umumnya, justru itulah yang dikejar-kejar dan dipersaingkan. Kehidupan akhirat sebagai masa depan kita, yang akan datang menjelang, yang akan dialami oleh semua orang, yang akan dilalui oleh semua manusia, ditinggalkan dan dilupakan. Ketika kehidupan akhirat diperbincangkan di kantor, di tempat kerja, dalam obrolan, malah dianggap tidak menarik, aneh dan tidak penting, malah diledek dan ditertawakan. Kehidupan ini sudah terbalik dan manusia akan merasakan akibat dari pola kehidupannya yang sudah terbalik itu.

5. Penyadaran
Terakhir, penyadaran. Kegiatan-kegiatan yang tujuannya menyadarkan orang ke jalan Allah SWT, meningkatkan derajat kemuliaan, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, nasehat untuk tidak melakukan pelanggaran, untuk menghindari perbuatan-perbuatan dosa, dan untuk segera bertaubat kepada Allah SWT jarang kita lakukan. Memang banyak kegiatan pengajian dan ceramah, tapi banyak ceramah tanpa ruh, tidak menyadarkan. Penyadaran jarang terdengar dalam obrolan, jarang diperbincangkan, bila diobrolkan terdengar aneh dan tidak menarik. Kita sekarang ini lebih tertarik untuk bekerja, bekerja dan bekerja karena jelas menghasilkan uang, untuk memuaskan nafsu kebendaan kita. Tanpa sadar, kita menganggap agama adalah urusan pribadi, tidak usah diobrolkan. Hati dan jiwa ditinggalkan dan dibiarkan kering dan gersang. Sebaliknya, kebutuhan raga, jasmani, fisik setiap hari dipuaskan dengan makanan enak, dengan benda-benda mewah dan mahal. Jiwa yang kering dan hati yang gersang tidak mau diakui dan tidak mau dirasakan sebagai akibat dari kurangnya memperhatikan urusan agama, karena tidak tertariknya pada nasehat, karena jarangnya berhubungan dengan Allah SWT secara serius, khusyu dan penuh penghayatan. Umumnya, bila kita menyaksikan teman kita ngobrol tentang nasehat, penyadaran, kita tidak tertarik. Bila tertarik pun tidak sungguh-sungguh, karena menganggap pekerjaan sehari-hari lebih penting untuk mencari uang dan uang. Tanpa sadar, kepuasan kita masih berada dalam derajat yang rendah yaitu kepuasan uang, benda dan materi. Kita belum merasa betah berada dalam lingkungan nasehat, lingkungan yang mengingatkan, obrolan yang menyadarkan, pembicaraan yang menyejukkan, perbincangan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.[]
Wallahu a’lam!!

Tanda Kiamat Yang Dibenarkan NASA...!!

Subhanallaah, NASA Membenarkan Matahari Akan Terbit dari Barat!!

*
Kebenaran ajaran Islam terus-menerus dibuktikan oleh penemuan demi penemuan ilmu pengetahuan. 1.400 tahun yang lalu, Rasulullah SAW sudah menyatakan dalam haditsnya bahwa kelak matahari akan terbit dari Barat sebagai bukti keagungan Allah SWT dan ciri-ciri kiamat sudah semakin dekat: ““Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah).
Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari saja, kemudian tertutuplah pintu taubat. Setelah itu, gerakan matahari pun akan kembali seperti sebelumnya terbit dari timur sampai terjadinya kiamat. Ini sesuai dan dibenarkan oleh peneliti NASA dalam artikelnya dibawah. Dari Ibn ‘Abbas, “Maka Ubai bin Ka’ab berkata: “Maka bagaimana jadinya matahari dan manusia setelah itu?” Rasulullah menjawab: “Matahari akan tetap menyinarkan cahayanya dan akan terbit sebagaimana terbit sebelumnya, dan orang-orang akan menghadapi (tugas-tugas) dunia mereka, apabila kuda seorang laki-laki melahirkan anaknya, maka ia tidak akan dapat menunggang kuda tersebut sampai terjadinya kiamat.” (Fathul Baari, Kitaburriqaq, Juz 11, Thulu’issyamsi Min Maghribiha).


 _______________
MATAHARI TERBIT DARI BARAT DIBENARKAN ILMUWAN FISIKA DAN MASUK ISLAM
Ilmuwan Fisika Ukraina Masuk Islam Karena Membuktikan Kebenaran Al-qur’an Bahwa Putaran Poros Bumi Bisa Berbalik Arah
Demitri Bolykov, sorang ahli fisika yang sangat menggandrungi kajian serta riset-riset ilmiah, mengatakan bahwa pintu masuk ke Islamannya adalah fisika. Sungguh suatu yang sangat ilmiah, bagaimanakah fisika bisa mendorang Demitri Bolyakov masuk Islam? Demitri mengatakan bahwa ia tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, salah seorang pakar dalam bidang fisika.
Mereka sedang dalam penelitian terhadap sebuah sempel yang diuji di laboratorium untuk mempelajari sebuah teori moderen yang menjelaskan tentang perputaran bumi dan porosnya. Mereka berhasil menetapkan teori tersebut. Akan tetapi Dimetri mengetahui bahwasanya diriwayatkan dalam sebuah hadis dari nabi saw yang diketahui umat Islam, bahkan termasuk inti akidah mereka yang menguatkan keharusan teori tersebut ada, sesuai dengan hasil yang dicapainya. Demitri merasa yakin bahwa pengetahuan seperti ini, yang umurnya lebih dari 1.400 tahun yang lalu sebagai sumber satu-satunya yang mungkin hanyalah pencipta alam semesta ini.
Teori yang dikemukan oleh Prof. Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menfsirakan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sempel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan , ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.
Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan “Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika”. Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.
Pada tingkat realita di alam ini, daya matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya. Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya insensitas daya matahari. Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung. Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun. Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan terbit (keluar) dari Barat !!!
Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini tidak didapati Demitri dalam buku-buku atau didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil riset dan percobaan serta penelitian. Ketika ia menelaah kitab-kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satupun petunjuk kepada informasi tersebut selain dari Islam. Ia mendapati informasi tersebut dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Huarirah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, ”Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima Taubatnya.” (dari kitab Islam wa Qishshah).